SERANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Provinsi Banten, menerapkan metode Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) pada lahan seluas 500 hektare yang tersebar di 29 kecamatan. Program ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada pangan daerah.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, mengatakan penerapan sistem pertanian modern tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Padi Serentak yang berlangsung pada September hingga Oktober 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang, dengan pusat kegiatan di Desa Sentul, Kecamatan Kragilan.
“Alhamdulillah, kita melakukan aksi nyata untuk mendukung 500 tahun Kabupaten Serang melalui gerakan tanam padi di lahan seluas 500 hektare dengan pola PM-AAS,” ujar Suhardjo di Serang, Jumat.
Menurutnya, penerapan PM-AAS merupakan langkah untuk mendorong transformasi sektor pertanian melalui penggunaan metode budidaya yang lebih intensif dan terukur. Sistem ini memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan pola tanam konvensional, terutama dalam teknik penanaman, penggunaan benih, serta pengelolaan pemupukan.
Dalam penerapannya, metode PM-AAS menggunakan sistem tebar benih langsung atau tanam benih langsung (tabela). Alokasi benih juga ditingkatkan dari sebelumnya 20 kilogram menjadi 80 kilogram per hektare. Sementara itu, penggunaan pupuk urea ditingkatkan menjadi 200 kilogram per hektare, disertai penyesuaian dosis pupuk NPK dan pemanfaatan dolomit sesuai kebutuhan lahan.
Melalui penerapan pola tersebut, DKPP Kabupaten Serang optimistis produktivitas padi dapat meningkat secara signifikan. Jika sebelumnya hasil panen rata-rata berkisar antara lima hingga enam ton per hektare, penerapan PM-AAS ditargetkan mampu mendorong hasil panen mencapai 10 hingga 12 ton per hektare.
“Melalui penerapan sistem ini, kami optimistis produktivitas padi dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hasil panen sebelumnya,” katanya.
Gerakan tanam padi serentak ini terlaksana melalui kolaborasi antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Serang, serta para penyuluh pertanian yang mendampingi petani di lapangan. Sinergi lintas pemerintahan tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan teknologi pertanian sekaligus mendorong peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.
Tidak hanya berfokus pada sektor tanaman pangan, DKPP Kabupaten Serang juga melaksanakan kegiatan pendukung untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak. Salah satunya melalui pemberian vaksin dan vitamin kepada 500 ekor sapi dan kerbau, yang diawali dari Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebakwangi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dapat mengancam kesehatan ternak serta menimbulkan kerugian bagi peternak.
Melalui berbagai program tersebut, DKPP Kabupaten Serang berupaya memperkuat ketahanan pangan dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan produktivitas tanaman pangan hingga perlindungan kesehatan hewan ternak. Momentum Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang diharapkan menjadi pendorong bagi pengembangan sektor pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
(Advertorial)



